lanjutan dari metode teknik pencetakan pada kain:
10. Electrostatic Printing
Merupakan pengembangan yang dipatenkan oleh sebuah perusahaan Swiss ‘Herbelain & Co.’, yaitu proses dari mencampur serbuk pewarna dengan bahan yang mempunyai sifat elektrostatis tinggi. Serbuk itu kemudian disebar atas screen yang telah memuat motif. Kemudian kain yang telah dimuati elektrostatis tinggi dilewatkan bawah screen tersebut. Kain akan menarik serbuk pewarna sesuai dengan motif screen, kemudian serbuk-serbuk ini akan difiksasi dengan pemanasan infra merah.
11. Photo Printing
Dalam Photo Printing, kain dilapisi dengan bahan kimia yang sensitif terhadap cahaya, kemudian gambar dicetak di atas medium tersebut seperti pencetakan kertas. Keuntungan teknik ini adalah gambar dengan detil yang cukup rumit pun dapat direproduksi dengan baik.
12. Differential Printing
Teknik ini diciptakan dan dipatenkan oleh ‘The Du Pont Co., Ltd’ dari Inggris, dengan memanfaatkan perbedaan sifat penyerapan pada benang yang telah dimodifikasi. Sehingga ketika benang yang sudah menjadi material kain tersebut diwarnai atau dicetak, dapat menghasilkan warna yang berbeda dan membentuk motif yang abstrak.
13. Warp Printing
Adalah Roller Printing yang diaplikasikan pada benang pakan sebelum proses penenunan. Diperlukan kehati-hatian yang sangat tinggi untuk proses ini, agar benang pakan tetap pada susunannya.
14. Batik Dyeing
Seperti yang telah disampaikan terdahulu, pada proses Batik, diaplikasikan metode kimiawi yaitu Resist Printing, yang mana motif digambar dengan menggunakan lilin di atas kain. Kemudian kain dicelupkan ke dalam warna, bagian yang telah diberi lilin tersebut menghalangi warna diserap oleh kain, dan setelah dicuci dengan air panas, lilin yang melapisinya luruh dan terciptalah motif.
Batik dikenal di wilayah Asia, seperti India, Jepang, wilayah Semenanjung Melayu dan Indonesia sejak berabad-abad yang lalu. Namun istilah Batik diambil dari pulau Jawa – Indonesia.
Ada 2 teknik dalam membatik yaitu:
14a. Motif digambar secara manual menggunakan canting untuk mengaplikasikan lilin ke atas material kain. Metode inilah yang kemudian diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia asli Indonesia.
14b. Lilin diaplikasikan ke atas material kain dengan menggunakan metal, lazim disebut sebagai batik cap.
(Red: bersambung)
kontributor: Ruth Wijaya [Profesional Tekstil]
gambar: madeinchina.com

Mas,
ada gambar2 yg bisa ditunjukin, ga Mas,
hasil dari print itu?