seni sablon, dimana seninya?   1 comment

Sering kali kita mendapat souvenir, dari salah-satu bank, provider telekomunikasi, produsen rokok, hingga salah-satu kandidat Capres menjelang pemilu.  Souvenir atau gimmick bisa berupa pulpen eksklusif, gantungan kunci, payung dan kaos kampanye.  Ada juga satu set souvenir yang dimasukkan ke dalam satu goodybag.  Dan kadang di dalam goodybag disisipi buku profil perusahaan dan sekaligus daftar harga.

Souvenir, atau yang bernama lain merchandise, merupakan ‘senjata’ yang cukup ampuh yang dipilih oleh para pemasar (marketer) guna memenangi medan perang antar merek (brand).  Salah-satu alasannya karena pemberian merchandise bersifat personal, yaitu pelanggan (customer) merasa sangat diperhatikan, dihargai (reward) atau diistimewakan.  Pemberiannya pun kadang dilakukan secara selektif, alias pandang bulu.

Souvenir atau juga disebut gimmick, seperti mug keramik, payung golf, pulpen lusinan atau kaos kodian, dipilih karena fungsinya.  Namun “isi atau pesan” yang tertuang di atasnya adalah unsur utama dari kegiatan promosi itu sendiri.  Isi atau pesan dicetak di atas materi gimmick menggunakan teknik sablon, salah satu cara mencetak tertua di dunia. Hasil cetak sablon yang sempurna dapat memberi nilai lebih, apalagi jika unsur estetikanya juga diperhatikan.

Jika saya mendapat gimmick, yang selain fungsional bisa saya gunakan setiap hari, namun juga didesain dengan sangat artistik serta eksekusi cetak sablon yang mendekati kesempurnaan, maka saya akan rela membawanya kemanapun saya pergi.  Senang rasanya mendapatkan souvenir, sebuah karya seni yang kreatif.

[sumber gambar: canadapost.ca, kapowgifts.com, michelangelo.syr.edu dan madisonmn.info]

Advertisements

One response to “seni sablon, dimana seninya?

Subscribe to comments with RSS.

  1. hasil ngobrol sama bang Agus Bejos hari ini tentang (dunia) Sablon, katanya nyetak sablon, dari cara yg paling sederhana ampe teknik yg paling canggih ADA.

    nah, yg sederhana kaya apa, yg canggih bin moderen kaya apa?!?
    cerita, dong, lebih detil …. Teman-teman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: