mengharap ikatan bathin?   Leave a comment

(Tulisan Kedua dari trilogi “Mitos Ikatan Alumni”)

bayangkan jika pagi-pagi bi Inem membeli sayur bayam yg oleh abang tukang sayur tidak diikat.  atau bi Inem mulai malas menyapu daun-daun pohon mangga yg rontok di halaman rumah, gara-gara sapulidinya sudah lepas ikatannya.  REPOT.  mungkin itu alasannya, mengelola urusan tetek-bengek para alumni ATGI yg gak kelar-kelar.  ya diikat aja, ‘gitu aja kok repot’.

dari alasan tersebut di atas bisa dilihat (atau dibaca) bahwa yg membuat ikatan (seharusnya) adalah pihak kampus, dan yg diikat (seyogyanya) adalah para mahasiswa yg sudah lulus (alumnus).  berarti yg paling diuntungkan adalah yg membuat ikatan, yg (notabene) ‘mesin’nya memproduksi atau mencetak alumni setiap tahun tanpa henti.  dan para mahasiswa secara otomatis bakal menjadi ‘korban ikatan’ berikutnya, suka ataupun tidak.

jika skenarionya di’revisi’, yg berinisiatif membuat ikatan adalah para alumni, dan yg diikat juga alumni, agar yg paling beruntung alumni…. apakah bukan melawan hukum alam?  apa risikonya jika melawannya?  alam akan mengamuk, atau minta bantuan mbah dukun?!  jadi, sebaiknya ikatan yg resmi dibuat oleh Almamater atau Alumnus, ya?  kata politikus Senayan suara rakyat adalah suara tuhan, jadi berikan suaramu.

(tulisan ketiganya bakal ada.)

Advertisements

Posted 1 April 2010 by cyanpapyrus in cetakdigital

Tagged with

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: