apalah arti sebuah (papan)nama?   3 comments

sebenarnya kita sudah mengenal media promosi luar ruang (outdoor) sejak belajar mengenal huruf di taman kanak-kanak.  yg gw maksud adalah papan nama sekolah TK kita.  bayangkan jika sekolah kita dulu tidak pasang papan nama,  bakal diledek sekolah kita gak bonafid, lah,  atau kesasar lagi, kesasar lagi.  di kalangan insan periklanan papan nama diklaim sebagai bentuk iklan tertua di dunia. wow!

papan nama atau papan reklame yg sering kita jumpai sebenarnya sama fungsinya dengan kartunama kita, juga serupa dengan papan reklame raksasa (billboard), hanya beda ukuran.  selain berisi nama dan alamat, pada papan reklame tertulis barang atau jasa yg ditawarkan.  seringkali disertakan logo atau gambar produk sebagai elemen visual yg memudahkan konsumen memahami tujuan si pemilik (papan nama) berpromosi.

ketika kita sedang berjalan-jalan di pusat pertokoan, maka akan tampak pemandangan papan-papan nama bertebaran dari ujung ke ujung, sisi kiri maupun kanan jalan.  agar papan nama seseorang lebih menonjol (outstanding) dibanding ‘toko sebelah’, berlombalah mereka mendesainnya agar tampil paling menarik.  pemandangan disana dimalam pun tak kalah meriahnya oleh papan nama toko (shopsign) yg dihiasi lampu kelap-kelip warna-warni.  viva las vegas ! (teringat akan sebuah film).

papan reklame juga dimanfaatkan untuk kegiatan marketing (pemasaran) sebuah brand (merek) atau produk.  contoh inovasinya bisa kita cermati pada rombong (gerobak) rokok.  dari papan reklame yg paling sederhana, yaitu tinplate, hingga yg sangat kreatif dengan mengubah bentuk kios rokok dan membungkusnya dengan warna produk atau gambar yg menutupi seluruh bidang rombong rokok tersebut.  disinilah peran insan grafika yg menguasai teknik produksi, materi yg digunakan, hingga kendali mutu (quality control) terhadap hasil akhir cetak (output).  selamat berkarya dan berinovasi!

Advertisements

3 responses to “apalah arti sebuah (papan)nama?

Subscribe to comments with RSS.

  1. sebagai media iklan, sebuah alat yg menujang dalam penyajian sebuah pemasaran, untuk melihat seberapa baiknya perusahaan itu dan seberapa baiknya nilai unsur estetika dalam menciptakan ketertarikan customer, para menikmat, baik buruknya jenis tempat dan dapat menseleraraskan dpt tempat tersebut.
    yg jadi permasalahannya kebanyakanya masyarakat Indonesia belum mengenal seni menampilkan design mereka memaku pada kebutuhan customer yg di utamakan dengan alasan berbagai hal, tapi kalau kita bisa melihat dari kesederhanaan, keterbatasan ekonomi, tempat yg tidak menarik, pemasangan rekame yg tepat dan tidak mengganggu aktifitas lain itu dapat di design menarik dgn simple, nyaman, elegan dan tidak banyak unsur kejenuhan.
    kita ambil contoh kota paris yg di tempat kumuh kusang tapi seni dan profesi memilih dan menyusun unsur-unsur visual seperti tipografi, gambar, simbol, dan warna-untuk menyampaikan pesan kepada penonton. kadang-kadang desain grafis disebut sebuah istilah yang menekankan fungsinya memberikan bentuk, misalnya desain buku, iklan, logo, atau situs Web ke informasi.
    sebuah bagian penting dari tugas desainer adalah untuk menggabungkan elemen-elemen visual dan verbal ke seluruh teratur dan efektif. oleh karena itu desain grafis disiplin kolaboratif: penulis menghasilkan kata-kata dan fotografer dan ilustrator yg membuat gambar, perancang menggabungkan ke dalam komunikasi visual yg lengkap.
    tnks salam dari soni

  2. Siiipp… ulasan nya berguna & nyambung buat saya BGT… !
    galeriadesain.blogspot.com
    Thx, salam kenal.

  3. Pingback: 2010 in review « Cyan Papyrus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: