cetak pada kain [1]   3 comments

Cetak Sablon pada kaos mungkin sudah diakrabi oleh teman-teman semua, namun bagaimana halnya dengan cetak di atas kain yang bukan cetak sablon sederhana?  Pada prinsipnya, proses pencetakan motif di atas kain dalam skala industri, memiliki kesamaan dengan proses pencetakan pada kertas.  Tiap warna memiliki tabungnya sendiri-sendiri. yang menjadi perbedaan besar adalah materialnya yang sangat mempengaruhi proses pencetakan, dan tindakan finishing.

Mari sebelumnya, kita kenali materialnya terlebih dahulu.  Proses pembuatan kain, dimulai sejak pada tahap bahan mentah masih menjadi fiber (bahan mentah benang) yang kemudian diproses sedemikan rupa sehingga menghasilkan benang yang cocok untuk tipe kain yang diinginkan.  Sifat benang inilah yang berperan sangat besar dalam proses penyerapan warna ketika pencetakan nantinya.  Selain hal tersebut, kombinasi antara jenis benang dan pola tenun yang akan membentuk permukaan tiga dimensi kain juga mempengaruhi proses pencetakan.

Mengenai metode pencetakannya sendiri, secara garis besar terbagi menjadi dua yaitu metode yang didasarkan pada penggunaan bahan kimia (pewarna) dan teknis pencetakan.

Pencetakan motif berdasarkan bahan kimia (pewarna) dapat terbagi menjadi tiga yaitu:

1. Direct Printing

Pola / motif yang diinginkan dapat langsung dicetak di atas kain polos (baik masih putih atau sudah dicelup warna).  Ini adalah metode yang paling lazim digunakan karena kemudahannya dan pertimbangan biaya produksi.

2. Discharge Printing

Cara lain untuk mencetak motif pada kain adalah menggunangan teknik discharge printing.  Mula-mula, kain dicelup pada warna, kemudian bahan kimia yang dapat menghilangkan / merubah warna dicetakkan di atas kain, sehingga setelah kain dicuci didapatlah pada area yang dicetak tersebut muncul motif baru.  Biasanya, discharge printing digunakan untuk mendapat warna terang.

Logika sederhana, sebuah kain yang telah berwarna, dilukis dengan pemutih sehingga warna lama pudar dan mendapat warna baru.

3. Resist Printing

Pada resist printing sebuah kain diberikan bahan kimia tertentu sesuai dengan motif yang diinginkan, fungsinya untuk menghalangi penyerapan warna pada kain, kemudian kain dicelup.  Setelah melalui proses pencucian, pasta yang menutupi kain hilang maka didapatlah kain bermotif.

Logika sederhana, ini seperti yang kita lakukan pada saat membatik.  Lilin digunakan sebagai resistant warna, sehingga ketika dicelup, area yang diberi lilin tidak menyerap warna.

(Red: bersambung)

kontributor:  Ruth Wijaya [Profesional Tekstil]

gambar:  pesonabatik.com

Red: baca artikel selanjutnya “Cetak pada kain [2]” (klik)

Advertisements

Posted 22 May 2010 by cyanpapyrus in cetakoffset

Tagged with , , , ,

3 responses to “cetak pada kain [1]

Subscribe to comments with RSS.

  1. nambah ilmu.
    makasih, nih Cyan Papyrus.

  2. Pingback: cetak pada kain [2] « Cyan Papyrus

  3. Kalau boleh tahu untuk yg ‘Discharge Printing’ prosesnya bagaimana?
    Mohon penjelasan dikirim lewat email saja.
    ke: asropien@gmail.com
    Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: