cetak pada kain [2]   1 comment

(Red: lanjutan)

Sementara itu, jika dilihat dari metodenya, teknik pencetakan dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Block Printing

Ini adalah metode yang kuno dan kurang efektif secara biaya dan waktu pengerjaan. Untuk membuat Block Printing, desain motif dipahat terlebih dahulu pada kayu atau metal, kemudian pewarna disapukan di permukaan block kemudian diaplikasikan di atas kain.

Block Printing ini masih dapat kita jumpai pada pembuatan batik cap.

2. Roller Printing

Adalah metode pencetakan menggunakan rol metal yang telah dipahat. Secara sederhana, Roller Printing adalah versi masinal dari Block Printing.

3. Duplex Printing

Adalah metode untuk mencetak kain pada kedua sisinya. Selembar kain dapat dicetak melalui dua mesin roller dalam dua kali pengoperasian atau pada satu mesin duplex (ada dua roller dalam satu mesin) dalam satu kali pengoperasian.

4. Stencil Printing

Stencil Printing, berasal dari Jepang. Metode ini cukup rumit dengan patrun stencil yang secara manual dicetak di atas kain. Biasanya hanya diaplikasikan pada kain lebar pendek untuk desain yang hanya memiliki satu warna.

5. Screen Printing

Awalnya, teknik ini juga disebut Silk-Screen Printing, karena screen yang digunakan terbuat dari serat sutra yang kuat. Pada masa kini, screen terbuat dari nylon, polyester, vinyon dan metal.

Screen Printing dapat terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

5a. Flat Screen Printing

Teknik ini awalnya dikerjakan secara manual, seperti yang kini masih dilakukan pada proses sablon-sablon kaos di industri kecil. Tiap screen digunakan untuk satu warna.

Pada pengerjaan industrial, mesin flat screen yang moderen dapat mencetak desain yang memiliki 20 warna. Namun rata-rata mesin produksi yang terdapat di Indonesia, maksimal dapat mencetak 12 warna saja.

Keuntungan dari teknik ini adalah warna yang dihasilkan lebih terang, motif kecil dapat direproduksi dengan baik, dan pola desain lebih besar.

5b. Rotary Screen Printing

Adalah mesin dengan screen silinder yang diciptakan di Holland. Sama hal-nya dengan Flat Screen, satu rol silencer pada mesin rotary dipergunakan untuk satu warna.

Rotary Screen biasanya bagus untuk mencetak motif desain yang tidak terputus dan geometris. Namun kurang memiliki ketajaman untuk motif-motif kecil.

gambar: mesin Flat Screen printing

(sumber: himfr.com)

(Red: bersambung)

kontributor:  Ruth Wijaya [Profesional Tekstil]

Red: baca artikel sebelumnya “Cetak pada kain [1]” (klik)

Advertisements

One response to “cetak pada kain [2]

Subscribe to comments with RSS.

  1. Pingback: cetak pada kain [1] « Cyan Papyrus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: