cetak pada kain [5]   Leave a comment

Lanjutan dari metode teknik pencetakan pada kain:

15. Tie Dyeing

Pada Tie Dyeing, kain diikat pada bagian yang diharapkan untuk menjadi motif, pengikatan ini bertujuan untuk menghalangi warna. Dalam industri skala lebih besar, motif yang dihasilkan oleh teknik ini dapat direproduksi dengan baik dengan teknik Roller Printing.

16. Ikat Dyeing

Ini adalah pembuatan motif secara celup yang banyak ditemukan di wilayah Asia seperti India, Indonesia dan Jepang, di Jepang teknik ini disebut Kasuri.

Ikat Dyeing dibuat dengan cara mengikat benang sebelum ditenun, pengikatan ini dilakukan pada benang pakan atau lusi atau bahkan keduanya. Setelah selesai ditenun, kain kemudian dicelup ke dalam pewarna, bagian benang yang diikat tadi, tidak menyerap warna, sehingga ketika ikatan dibuka, akan tercipta motif.

Teknik ini memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi karena diperlukan ketelitian dan keterampilan dalam mengikat benang kemudian mengkombinasikannya ke dalam tenunan.

17. Plangi Dyeing

Pada dasarnya teknik pada Plangi Dyeing tak jauh berbeda dari teknik Tie Dyeing. Hanya saja pada Plangi Dyeing pengikatan kain dilakukan dengan menjahitnya secara jarang-jarang kemudian menarik benangnya, hingga terbentuk ikatan sesuai dengan motif yang diinginkan.

18. Airbrush (Spray) Printing

Desain dipolakan secara manual di atas kain kemudian diselesaikan pengerjaannya dengan mengaplikasikan warna menggunakan mesin airbrush.

Selesai.

kontributor:  Ruth Wijaya [Profesional Tekstil]

gambar:  http://www.tdimst.at

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: