dummy studio sablon   6 comments

lima tahun lalu, saat gw berkantor di daerah Bintaro, gw ketemu pertama-kalinya dengan bang Muhammad Soleh untuk urusan suatu pekerjaan.  kesan pertama, kalo coba gw ingat-ingat, Solenk (nama akrabnya), masih sangat muda untuk ukuran jadi seorang pemilik usaha dengan skala menengah (karena gak bisa dikelompokkan sebagai usaha kecil-kecilan).  setelah setahun mengenalnya, karakter pekerja keras dan rendah hati adalah tepat untuk menggambarkan sosok Soleh.

adalah DuMMY STUDIO, perusahaan di bidang sablon yg didirikan Soleh sejak 21 Maret 2003 ini memiliki daftar panjang klien-klien ternama, diantaranya PT Nutricia Indonesia, Danone, PLN, Permata Sentul Golf, PT Niaga Management Citra, Permata Bank, Kebun Binatang Ragunan, Dufan dan lain-lain.  hingga hari ini Dummy Studio (DS) telah memiliki 15 orang karyawan dan pernah menangani pesanan terbesar sebanyak 20.000 kaos berkerah (polo-shirt) dalam waktu satu bulan.  luar biasa!!

visi dan cita-cita Soleh tidak puas cukup sampai disini.  jumlah stand di Ragunan yg baru dua akan ditambahnya, demikian juga stand-nya di Dufan.  DS cabang ketiga pun ingin segera dibuatnya (setelah Bintaro dan depan Kampus UIN Ciputat), termasuk mempersiapkan sebuah situs (website).  salah satu alat produksi yg diidam-idamkan Soleh adalah mesin bordir.

alasan alumnus ATGI angkatan 1996 ini tertarik menekuni bidang usaha sablon adalah keunikan teknik cetak sablon, yaitu dapat mencetak di berbagai medium.  tak hanya kertas, kain, keramik saja, atau logam dan kayu, juga mentransfer gambar tak sekadar di atas spanduk, kaos, pulpen dan payung saja, tetapi kesempatan untuk mengeksplorasi bahan dan bereksperimen cetak sablon di atas berbagai jenis permukaan inilah yg jadi motivasi utama Soleh.

alumni SMT Grafika Yayasan Lektur ini aktif bersosialisasi dengan bergabung diberbagai komunitas, seperti KOPI (Komunitas Printing Indonesia), Alumni Grafika, ATGI Jenaka (mancing ceria), K-PAG (pecinta alam) dan Samin Oblong (Kaskus).  Soleh tidak takut dengan persaingan akibat maraknya usaha sablon disekitarnya.  Ia juga tidak minder dengan kecanggihan teknologi cetak sablon yg terus berinovasi.  “ikuti saja arus jaman”, katanya optimistis.

Soleh juga tak mudah melupakan jasa beberapa teman-temannya.  berikut catatannya:

“thanks … .buat para founder Dummy Studio, para senior ATGI yg udah ngajarin aku berusaha, sebab aku angkatan yang paling muda.  buat Antonius Yoga (almarhum), Mawan Sudaryono (Lecom), Sismanto (Toebil), Arif Indrajaya (Bagol), Ahmad Sulaiman (Alay), Wahyu Adi Wiyono (Yudi)”.

Maju terus, Solenk!

Advertisements

6 responses to “dummy studio sablon

Subscribe to comments with RSS.

  1. AllhamDullilaH ‘………….gw panjAtkAn u/ kesukSesan salah satu sobat gW (Soleh )’,
    yg mudah2 an bisa menjadi inspirasi u/ temen2 ATGI lainnya yg bekerja di bidangnya’.
    btw, gw tetep bawa nama Dummy StudiO di dlm usaha PercEtakan yg gw jalanin juga sekarang ini”
    (yaaaa….walaupun kecil”).
    Oleh karena itu gw do’a in decH biar kedepannya akan lebih maju bro”,……..
    (jgn lUpa manCing tetep jalan bRadeR”,…..tetap menjadi SponSor u/ ManCing JenakA”,……hahahahahahaha) :
    PeaCe”

  2. semoga maju trus!
    n up-date terus tehnologi dan trend-nya… dipasaran
    … untuk kita, ya…

  3. @Toebil 94: Brother, ini ungkapan tulus dari ane sama ente…
    ga mungkin kenangan itu bisa gw lupain… kerikil dan sandungan alhamdulillah bisa kita atasi …
    kini walaupun kita sudah tidak bersama… tapi diakhiri dengan kebesaran hati
    yg hingga kini kita masih bisa memanjangkan tali silaturahmi
    itu yang membuat haru… hikshiks.
    do’a ane buat ente juga, bang, sukses dan jaya selalu ….
    buktinya ente dapet super tuh… heheeh
    Insya Allah kalau rizki-nya ada Dummy Studio masih support buat event mancing jenaka …salam Strike…!

    @Atik: Terimakasih support-nya.
    semoga anda juga tambah sukses dan sejahtera …. Amin.

  4. Pingback: komunitas hobi yg sukses bikin event ke-3 « Cyan Papyrus

  5. hanya satu kata, ‘Mantab’.
    jangan pernah menyerah walaupun persaingan semakin ketat,
    yg penting jeli untuk bisa melihat, terutama untuk kemajuan teknologi.

    sukses selalu bro!

  6. @Tole: Terimakasih banyak, bang.
    eksisnya Dummy Studio juga ga lepas dari bantuan abang, waktu di kantor “KOMPAK” itu.
    awal pertama kali kita berani mengajukan proposal kepada perusahaan skala Nasional,
    sekelas Kompak, Indopola dan Insan Indofarma.
    semoga kebaikan abang dapat balasan yg berlipat.
    amiiin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: