Archive for the ‘cetakoffset’ Category

revolusi dimulai (sejarah cetak-mencetak 1)   Leave a comment

Mesin cetak digunakan untuk membuat banyak salinan halaman yang identik. Kini digunakan untuk mencetak buku dan surat kabar. Kini segalanya dilakukan secara otomatis. Saat mesin cetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg, ia harus meletakkan huruf bersama-sama. Tiap huruf ada di balok logam dalam sebuah bingkai. Lalu ia bisa memindahkan kertas dan tinta di atasnya, mirip seperti perangko. Huruf itu akan meninggalkan beberapa tinta di kertas itu. Read the rest of this entry »

simbol genderang pesta bola di Afrika   4 comments

bayangkan elo sedang menikmati lagu tema resmi FIFA 2010, berjudul “wavin’ flag” (musisi: K’naan).  musik etnis yg didominasi oleh beat perkusi atau tetabuhan yg dinamis, ciri irama ranah Afrika yg menghentak.  jika musik Afrika tersebut divisualisasikan atau ditransformasikan menjadi sebuah logo Piala Dunia (PD) 2010, maka alhasil akan seperti desain logo ini.  membuat indera penglihatan dan pendengaran kita menikmati obyek yg senada.  Pesta bola di Afrika! Read the rest of this entry »

Posted 13 June 2010 by cyanpapyrus in cetakoffset

Tagged with , , ,

blink-blink grafika   2 comments

setiap anak kecil pasti merasakan sangat senang jika mendapat banyak kado saat pesta ulang tahunnya.  apalagi kado-kado itu dibungkus kertas warna-warni yg mengkilap, tampak mewah dan istimewa.  kertas glossy warna-warni juga digunakan menjadi topi dan trompet, pernak-pernik ornamen di dalam ruangan pesta ultah, hingga kertas alas kue tart ulang tahun.  tampak kerlap-kerlip dan menyilaukan saat memantulkan sinar blitz kamera. Read the rest of this entry »

cetak pada kain [5]   Leave a comment

Lanjutan dari metode teknik pencetakan pada kain:

15. Tie Dyeing

Pada Tie Dyeing, kain diikat pada bagian yang diharapkan untuk menjadi motif, pengikatan ini bertujuan untuk menghalangi warna. Dalam industri skala lebih besar, motif yang dihasilkan oleh teknik ini dapat direproduksi dengan baik dengan teknik Roller Printing. Read the rest of this entry »

cetak pada kain [4]   1 comment

lanjutan dari metode teknik pencetakan pada kain:

10. Electrostatic Printing

Merupakan pengembangan yang dipatenkan oleh sebuah perusahaan Swiss ‘Herbelain & Co.’, yaitu proses dari mencampur serbuk pewarna dengan bahan yang mempunyai sifat elektrostatis tinggi. Serbuk itu kemudian disebar atas screen yang telah memuat motif. Kemudian kain yang telah dimuati elektrostatis tinggi dilewatkan bawah screen tersebut. Kain akan menarik serbuk pewarna sesuai dengan motif screen, kemudian serbuk-serbuk ini akan difiksasi dengan pemanasan infra merah. Read the rest of this entry »

cetak pada kain [3]   3 comments

(Red: lanjutan)

6. Transfer Printing

Sesuai dengan namanya, teknik ini mentransfer motif dari satu permukaan ke permukaan lain.

Transfer printing yang banyak dikenal adalah, emblem yang disetrika ke atas permukaan kain untuk menempelkan motifnya. Yang mana, motif pada emblem tersebut dibuat dari pigment yang dibungkus oleh paraffin atau thermoplastic yang ketika dipanaskan akan meleleh dan menempel pada permukaan kain. Pigment transfer ini kurang memuaskan hasilnya karena kain menjadi kaku dan mudah luntur ketika dicuci.

Cara yang lebih efektif dari transfer printing adalah mentransfer desain dari kertas ke kain dengan cara penguapan. Prinsip dasar dari teknik ini adalah Dry Heat Transfer dan Wet Heat Transfer. Read the rest of this entry »

cetak pada kain [2]   1 comment

(Red: lanjutan)

Sementara itu, jika dilihat dari metodenya, teknik pencetakan dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Block Printing

Ini adalah metode yang kuno dan kurang efektif secara biaya dan waktu pengerjaan. Untuk membuat Block Printing, desain motif dipahat terlebih dahulu pada kayu atau metal, kemudian pewarna disapukan di permukaan block kemudian diaplikasikan di atas kain.

Block Printing ini masih dapat kita jumpai pada pembuatan batik cap. Read the rest of this entry »